Monday, 21 November 2016

Halo untuk para pembaca setia di blogspot saya!

Halo. Buat semuanya pembaca setia di blogspot dan (mulai saat ini) di Wordpress, sebelumnya mau mengucapkan terima kasih banyak sekali sudah mau menyempatkan waktu luangnya buat membaca blog-blog saya.
Masih banyak yang harus di benerin sih, memang :(
Saya mohon maaf juga karena banyak salah-salah kata atau masih tidak sesuai dengan KBBI (ketauan bahasa Indonesianya sering remedial huhuhu).
Langsung saja, kalau saya sekarang menggunakan wordpress.
Jadi bagi yang ingin membaca lanjutan cerita-cerita saya selama di Jepang, boleh langsung aja mampir ke:


Ditunggu ya, teman-teman semuanya :)

Terima kasih banyak.

Salam,
Puri.

Friday, 7 October 2016

Pindahan :( dan kehidupan baru di....

Pasca kelulusan, gue mengalami galau dahsyat.
Yaitu, galau kerjaan. Iya.
Gue sebenernya, jauh sebelum wisudaan, udah melancong kesana-kemari mencari pekerjaan. Bahkan, gue sempet balik ke Indonesia buat interview sebuah perusahaan Jepang yang sedang mencari orang Indonesia yang punya pengalaman di Jepang. Yaaa, outsourcing lah.
Tapi berhubung dengan banyaknya hal, pro-kontra, juga kondisi yang kurang pas, gue pun memutuskan tetap stay di Jepang.

Emak sebenernya cukup sedih karena gue menolak tawaran perusahaan Jepang yang ada cabang di Indonesia itu. Karena emak mau anaknya pulang :(
Tapi gimana dong, Mak.. demi kelancaran masa depan dan menambah modal kawin, saya masih tetap harus melancong. Tetap saja, hati ini tidak akan berganti :') tetap emak dan negara Indonesia nomor satu di hati sayah :')
Dan beberapa bulan sebelumnya pun, gue sudah mulai packing-packing. Kebetulan, emak dan babeh datang sebagai bala bantuan buat ikutan ngepel dan masuk-masukin barang ke kardus :)) Tertolong sekaliii huaehuahuea.

Kondisi apartemen yang amburadul

Dus dimana-mana

Beberapa foto ini diambil, beberapa hari sebelum barang gue di angkut ke tempat baru.

Oke, gue akan menceritakan bagaimana proses pindahan dan hal mengenai apartemen di Jepang.

Apartemen di Jepang itu punya banyak aturan dan syarat-syarat tertentu buat ditinggalin. Bahkan, beberapa apartemen ada yang ngga terima foreigners (Japanese only). Tapi biasanya, buat pelajar itu apartemen dengan harga terjangkau sangat mudah dicari. Apartemen gue sendiri lokasinya ngga jauh dari kampus, murah meriah, dan cukup luas untuk seorang diri.
Bukan Jepang namanya kalau ngga ribet. Mungkin berbeda ya sama caranya kita nyewa kos-kosan yang cuma interview sama bapak/ibu kos, terus ngasih DP, dan udah bisa pindahin barang detik itu juga. Proses menyewa apartemen di Jepang ini rumit-mit-mit-mit. Bisa makan waktu berbulan-bulan, belon lagi kalau foreigners, akan diminta data-data jelas, punya penjamin atau engga, dan disuruh janji ga akan ngotorin/ngerusakin apartemennya. Tenang, saya alhamdulillah memenuhi persyaratan, seperti salah satu-nya tidak memelihara hewan terutama Godzilla.
Aturannya ketat! Ngga boleh pasang paku lah, gaboleh pasang2 wallpaper.. jadi emang harus dibiarkan bersih. Boleh aja pasang-pasang begitu, selama ga bikin 'rusak' dan ga bikin kotor. Lantai pun sebenernya harus bersih gaboleh baret-baret. Tapi ya kalo ngga sadar, apaboleh baut...
Biasanya kalau ketauan, bakal dikasih denda. Bahkan kalaupun belum 2 tahun stay (tergantung perjanjian awalnya) dan mau pindah lagi, harus bayar full uang sebulan terakhir :( mahal beudh.

Menjelang pindahan pun, harus wajip lapor pak RT pak kos tanggal berapa dan jam berapa cabutnya. Karena, biasanya pak kos udah dari jauh-jauh hari bilang kalau udah ada calon penghuni baru. Huhuhu..

Menjadi bersih kembali!


Kosong melompong. Model cowok: Bapake

Agen pemindahan barang pun beragam, dan menawarkan harga-harga yang macem-macem juga. Semuanya dihitung berdasarkan berapa banyak barang dan ukuran barang. Ga sesuai berat. Sepeda gue si Ayu Kring-Kring pun ikut di angkut pake truk segede alaihim gambreng ke tempat baru. So intinya, kita pergi ke lokasi rumah baru bawa badan aja.

Terlalu banyak kenangan manis kita bersama :(

Oh jelas, perbungkusan dan angkut-angkut ke truk agen pindahan dibantu sama orang truknya. Kadang, kalo lagi baek, si orang ini suka bilang "Oh sini sini di angkutin, saya ga akan bilang ke bos."
Itu aja setelah beres, si staff ini akan menelepon si bosnya, nyuruh gue ngomong sebagai 'bukti' bahwa "Semua barangnya sudah di angkut ya, Pak. Terima kasih banyak."
IYA, SEGITUNYA EMANG RIBET BANGET YA ALLAHHHHHH.

Malamnya saat berangkat dan sesampainya di stasiun buat ke tempat baru, gue kedatangan seorang tamu.

Ruri!!!!

Tiba-tiba nongol buat ngucapin babay :'')

Iya. Temen seangkatan gue, Ruri, yang sudah dengan setia menemani sejak awal masuk kuliah sampe saat ini. Meski cuma 15 menit saja karena rumah dia yang jauh sekali, dia menemui gue dan mengucapkan babay sebelum gue menaiki bis.

Ini foto kita berdua pas dandan. Hauehau
Ruri pun menemui kedua orang tua gue. Sebelumnya pas ortu gue juga ngejenguk gue di Jepang, Ruri sempet menemui mereka juga di emol. Kebetulan, Ruri dulu sempet part time di mall dan beres shift menyemaptkan diri ketemuan.

Setelah perpisahan penuh haru-biru, masuklah gue ke dalam bis. Berat hati ini meninggalkan kota kecil yang sudah menemani gue sejak SMA, sampai akhirnya gue harus hijrah lagi. Memulai petualangan di tempat baru. Di...


*JUGOJAGGAJUGGOJAGGAJUG~~~*

Selamat datang di
Shizuoka.


Gampangnya, rumah baru gue ini ngga jauh dari Gunung Fuji. Yaaa.. 2 jam lah kurang lebih.
Tepatnya, nama tempat tinggal gue adalah Shimada City. Lagi, gue terdampar di pedesaan.
Berkaitan dengan proses mencari kerja, gue yang kepepet karena belum dapet kerjaan terpaksa memilih sebuah pekerjaan di detik-detik terakhir.

Huahuhau iya ya selama ini gue jarang ngomong gue berada dimana. Well, now I reveal where I live only for you guys :) Also my job. I think many people wondering what I'm doing here.

Gue bekerja menjadi hotelier :) (atau bahasa Sunda-nya, hotelieur).
Sebenernya, cabang hotel gue bekerja itu banyak. Kalau diceritakan disini kenapa gue bisa dimasukin ke tempat kampret ini, bakal makan waktu seminggu. Prosesnya penuh emosi. Tapi demi batu loncatan, mau ngga mau gue tinggal dulu disini. Good sides-nya sih, kalau mau main ke Tokyo atau daerah atas, jaraknya jauh lebih dekat. Sebenarnya agak membantu juga untuk isi dompet hehe.

Pokoknya gue cuma mau salahin HRD-nya yang udah bikin idup gue susaaaaahhh :(((

Apartemen baru gue termasuk udah agak bagusan daripada apartemen lama. Yaa, upgrade dikit lah jadi punya pemisah antara dapur dan kamar huaehua. Ditambah, toiletnya washlet. Ohiya, gue memilih kamar berdasarkan jenis wc-nya :)))


wahaha maap potonya kurang kece :( ini penampilan pas barang2 udah sampe
Dan ini hasil akhirnya setelah sedikit diberesih :)))
Lagi-lagi pemandangan diluar sana sawah... :(
Padahal sudah dari jauh-jauh hari aku bermimpi ingin menjadi uptown girl yang hobinya jalan-jalan sambil mejeng di Shibuya :(
Ternyata takdirku memang harus jadi kembang desa yang sesekali hijrah ke Kota mencari jodoh (ini mulai ngawur ini).
Eits, tunggu dulu! Meski begitu, desa-desa begini, ternyata punya kebanggaan tersendiri. Kota Shimada ternyata punya jembatan yang masuk Guiness Book of Records sebagai jembatan tertua dan terpanjang pertama di Jepang.

Ada penampakan Max, si Almighty Russian!


Iya udah gini aja...
Shizuoka yang terkenal dengan pemandangan Gunung Fuji dan juga Green Tea-nya ini juga terkenal sama kulinernya yang juga enak.

1. Sakura Ebi
Udang kecil-kecil berwarna pink yang dimakan mentah gitu aja. Kumisnya bikin geli-geli gimana gitu.

Sakura-Ebi Don!
2. Ikan teri (Shirasu)
Ikan teri di Shizuoka juga terkenal. Bisa dimakan secara dimasak, atau secara mentah. Ikan terinya ngga di asinin sih kayak punya bang Benyamin...
Duh burem :(


Wasabinya juga terkenal lho :3
Dan buat para pecinta daging, bisa mampir ke restoran Hamburg Sawayaka (100% beef!) buat coba signature dish mereka: Genkotsu Hamburg.

Dimasakin sama staffnya :3

Sausnya, saya rekomendasi onion sauce :) Enaknya nonjok banget deh.


Kurang lebih, udah 6 bulan gue berada disini. Suka-dukanya jelas ada, tetapi lihat, suka-nya juga banyak ketimbang duka-nya! Jadi kalau ada yang mau mampir ke Shizuoka buat lihat gunung Fuji dan sekitarnya, yuk boleh boleh saja :)) Salam!

Jalan-Jalan ke Hokkaido.

Bukan hanya Shizuka saja yang punya mimpi mau ke Hokkaido... Tapi saya jugak!

Selama bertahun-tahun di Jepang, biasanya gue menghabiskan liburan itu di daerah Kansai (Osaka dan sekitarnya), atau Kanto (Tokyo dan sekitarnya). Nyerempet dikit, pernah mampir ke Kyushu (di daerah bawah-nya Jepang) buat numpang mandi di onsen (hotspring)-nya atau daerah sekitaran Shikoku (cem Matsuyama, Tokushima, Hiroshima). Terjauh, pernah sampe ke Nagasaki.
Tapi, bagaimana dengan Hokkaido??
Apa itu Hokkaido??
Makanan jenis apakah itu Hokkaido??

Hokkaido, adalah daerah Jepang yang berada di paling atas.

sumber
Untung graduation trip kali ini, gue, Emi dan Fumika (bertiga sajah) memutuskan untuk mampir ke Sapporo, ibukota-nya Hokkaido!
Pakai pesawat dari Narita International Airport, kurang lebih 50 menit saja sampai di bandara Shinchitose. Tapi ya sampe ke kota Sapporo-nya jau banget emang ampe satu jam lebih...
Kita tripnya sebelum wisudaan, tepatnya dari tanggal 15 Maret (gue wisuda tanggal 23 Maret) dan menghabiskan 3 hari 2 malam disana. Tujuan kita cuma satu: makan.
Hokkaido, memang terkenal dengan seafoodnya yang uuuhhh maknyos.

Langsung sajah cekidot, gan!

Melayang-layang di atas langit Hokkaido

Ada yang memilih molor.

Padahal sudah bulan Maret, tapi Hokkaido masih dingin dan penuh tumpukan salju. Padahal di Kochi sendiri, sudah mulai anget dan udah ga ada salju.

Ketika sudah di erpot Shinchitose
Dan ketika sudah sampai di Hotel
Baru saja pantat mendarat di kasur, ketika Fumika bilang:
"Makan yok."
Yang disambut dengan: "HAYOOOOO." dari kita berdua.
Kebetulan, dari Narita sampai Hokkaido pake pesawat murmer, perut kita belum terisi sama sekali. Sudah tidak sabar ingin mencicipi sushi dengan ikan dari Hokkaido, cabutlah kita ke tempat terdekat untuk sesuap sushi huaehuaheua.

Langsung ajayaaa saya bikin ngilernyaaaa!
DAY 1
Terbuat dari Maguro (tuna). Rasanya endheus.

Uni!!!! Atau Babi Laut. Emang paling afdol kalo dimakan di Hokkaido. Restoran lain mah lewaaat.

Telur ikan-nya :'''
Nyohhhhhh
Astaga.. sepanjang ngaplot poto ini, jadi pengen :'(

Muka-muka puas karena rasa sushi yang luar biasa wuenak tenan.

Hasil akhir.
DAY 2:
Di hari kedua di Hokkaido, kita pun memutuskan mampir ke sebuah pasar ikan yang ada restorannya buat makan Donburi (nasi di mangkuk besar yang diberi topping macem-macem). Kita bertiga memang tidak ingin menyia-nyiakan waktu selama disini untuk memenuhi idaman perut! Iyah, saya pasrah naik sekian kilo selama disini memang.

Ini dia nama resto+pasarnya! Sangat rekomen lho!
Kitagawagurume ini baik banget. Mereka menyajikan layanan shuttle bus gratis (di spot dan jam tertentu) kalau kita telepon. Mereka akan angkut kita keliling sampai ke tujuan dengan gratis! Belum lagi, mereka akan kasih kita stiker biar dapet diskonan pas belanja. Uhuy banget kan.


video



Di atas, adalah cuplikan sikit mengenai 'Donburi' yang di sediakan. INILAH MAKANAN ASLINYA!

Lihatlah Uni dan Tobiko-nya!


Ikan Salmon yang juicy :3



video


Porsinya mayan jumbo. Rasanya, enak parah.


video

Video di atas, biar kayak instagram-instagram kekinian.

Setelah mengisi perut, kita pun disuguhkan dengan suasana di pasar yang emang ikan-ikan-nya menggoda buat dibeli dan dimasak :))) Oh ga lupa, Hokkaido juga terkenal sama kepitingnya. yang satu ekornya bisa sejuta lebih. Alamakjang.

Monggo-monggo


udangnya segede bagong

video


Kepitingnya masih hidupppp!!!


video


Dan video dibawah lagi, sedikit cuplikan tentang suasana di sekitar pasar yang cerah namun masih agak dingin dan tampak tumpukan salju.


video


Sekian jalan-jalan pagi sampai siangnya!
Sepulang dari pasar, kita kembali menyempatkan jalan-jalan di dalam stasiun (karena banyak toko-toko asik yang pas buat window-shopping) dan menemukan sebuah toko kue yang katanya terkenal juga. Selain terkenal dengan seafood, Hokkaido pun terkenal dengan produk susu-nya.


So ladies, sila coba juga kue-kue yang lucu dan enak ini :3
Nama toko kuenya, keliatan lah ya itu di hiasannya.

Dan berikut, beberapa foto di tengah kota-nya. Hokkaido juga punya gedung parlemen yang masih aktif, bekas 'penjajahan' Rusia. Miriip banget sama Museum Fatahilah kita :)


video




Sesaat berasa kayak di Jakarta huaehuaheua

video
Kelakuan...

Malamnya, kita pergi ke Beer Garden.
Yes! Hokkaido juga terkenal sama bir-nya. Tapi, bir aja ngga cukup. Ada hidangan khas Hokkaido juga yang terkenal, yang disebut Genghis Khan. Sebenernya sih, itu cuma BBQ-an pake daging kambing ajah. Tapi berhubung Jepang tidak umum mengkonsumsi daging kambing, jadilah ke Hokkaido dan menyantap makanan ini jadi sesuatu yang 'wah' banget buat orang Jepang.


video


Kalau mau ke Sapporo Beer Garden ini, dari Hokkaido station-nya ada bis yang langsung tujuannya kesana. Tempatnya emang gede banget! Kayak yang di video itu deh. Masuk-masuk aja udah bau mbek, dan asep BBQ-an orang-orang udah ngebul dimana-mana.

Kanpai!

Yang bikin khas Genghis Khan ini, adalah hot plate-nya yang berbentuk demikian.


video

Awyis, Lamb, Baby!
Bisa dilihat bagaimana kesan dua nona manis ini setelah menyantap BBQ mbek-nya.


video

Seperti yang sudah gue mention sebelumnya, makanan pelengkap ini jelas: Bir.
Gue bukan peminum sih pada dasarnya.. Dan ngga tau juga bir enak atau engga itu kayak apa. Tapi menurut gue pribadi, lumayan enak dan mudah diminum (buat para polisi moral, ngga usah komentar yang pedes-pedes ya :) nanti dikaretin lho).


Kebetulan, kita bertiga emang dasarnya pada ga kuat minum. Tapi bisa dikatakan, Fumika-lah yang paling cepet teleng-nya. Buktinya, ada disini :)))

video

*Mungkin ada yang belon pernah liat orang Jepang maboq?

Hari kedua di Hokkaido, berakhir dengan tiga cewek-cewek ini nyanyi-nyanyi sepanjang jalan sampai di hotel. Foto-fotonya terlalu aib untuk di share :)))

Bir: Obat penghilang rasa malu.

DAY 3:
Hari terakhir di Hokkaido!
Di hari ini (setelah semuanya dipastikan sober), kita mengunjungi pabrik 'Shiroi Koibito', sebuah pabrik coklat yang terkenal di Jepang (dan Hokkaido pastinya).

Dari jauh aja, wangi manis-manis coklat udah kecium.

Pas beli tiket masuk, dikasih 'paspor' dan sample coklatnya :3
Gue lebih banyak ambil-ambil video sih ketimbang foto.. Karena, kalo gue foto ga cukup :)) Lebih bagus liatnya pas lagi berjalan! Jadi, silahkan dilihat ya. Semoga ga macet-macet :'

video

video

Isi pabriknya lucu banget kayak mainan! Sejenak, mengingatkan gue sama Charlie and the Chocolate Factory! Versi Jepang...

video
video
*sekilas menemukan penampakan aneh...*

Keluar dari pabrik, kita pun disuguhkan oleh taman yang begitu indah pas buat santai-santai :3

video

Jadi...
Sekian post gue selama di Hokkaido!
Iya maap mungkin rada ngasal ini ngepostnya ya :( kalau ada pertanyaan, boleh dilempar ke kotak komentar dibawah :)
Terima kasih banyak!


Muka-muka pura-pura sober semua :)))

Thursday, 6 October 2016

Puri sudah wisuda!

Halo, semuanya.
Setelah merombak ulang theme blogger ini, akhirnya sudah bisa duduk tenang nulis2 blog.
Dan setelah di bongkar-bongkar, ternyata bisa dikatakan gue nulis cuma setahun sekali ya.. Buktinya postingan terakhir aja nongol pas Oktober tahun lalu! Huaheuaheua.. maafkeun.
Jadi, dimulai saja ya dengan jibunan (?) post tertunda yang ingin dibagikan sama semuanya dari sini. Iyah, anggap saja bayar hutang ngeblog huhu.

Pertama-tama yang ingin disampaikan penulis kepada para pembaca dirumah/diwarnet/dikantor/dimana pun Anda berada adalah:

Pricil akhirnya lulus kuli'ahhhhhh!!!!!

Tebak aku yang mana?
Setelah 4 tahun babakbelur di kancah perkuliahan (dimarahin dosen, curhat sama dosen, ditaksir junior (???) ) akhirnya bisa senyum 5 jari juga pas sukses di wisuda tepat waktu :3
Sedikit mengulang lagi dimana saya kuliah dan jadi sarjana apakah saya, ini dia informasinya:

Nama kampusnya: Kochi University
Jurusan: International Relationship: TOSA Innovative Human Development Program
Bachelor of Arts.

Mayan.

Di Hari yang berbahagia ini pun, di antara lautan orang-orang yang pakai Hakama, gue nongol sendirian pakai kebaya. Kayak lagi Kartini-an hahahah. Terima kasih buat emak yang sudah mau direpotin buat ngebawain kebaya dan selopnya :"
Ohya, perlu diketahui juga, bahwa musim kelulusan di kampus di Jepang ini berbeda seperti yang di Indonesia. Jujur sih, setelah mendengar banyak curhatan temen-temen seangkatan yang 'nampaknya' nyantai banget pas skripsi, gue rada bingung. Soalnya pas lagi musim2nya skripsian, gue berasa kayak dikejer-kejer setan.
Asli, dosen-dosen disini pengen semua mahasiswanya lulus tepat waktu: 4 tahun studi, ga kurang ga lebih. Dan berasa banget 'malu'nya kalau ada yang harus mundur setahun lagi (kayak gitaris gue si Amami..... deuh Koyooo Koyo.) Makannya, selama pembuatan skripsi, dosen-dosen disini ga susah dicari. Bahkan beberapa dosen bisa di line dan langsung atur pertemuan buat konsultasi :)))
Beda sama beberapa temen yang bilang kalo, "Njaaay dosen aing ilang." atau "Yasalam masa dosen gue ke luar kota?? terus gimana skripsi aing???". Disini, ngga pernah denger kata-kata itu. Yang ada, mahasiswanya yang... ilang-ilangan :)))
Bahkan sampe wisuda pun, di absen dan 'wajib' ikut. Beda kali ya sama yang di Indonesia, meski kelar skripsi boleh ikut wisuda kapan aja? Maksudnya gabung sama angkatan lain gitu.
Musim-musim kelulusan di Jepang dibagi dua musim: Bulan Oktober, dan Maret. Biasanya, buat yang cum laude/emang semester pendek, wisudanya biasa Oktober. Yang standar 4 tahun, Maret. Setau gue juga sih, yang Oktober bisa wisuda bareng yang Maret. (hmmm coba dikoreksi, mungkin ada yang seperjuangan juga?).


Pastinya sih, sedih banget pas udah di hari terakhir begini. Bakal pisah dari semuanya dan kembali memulai hidup baru :( Setelah 4 tahun bersama-sama, pengalaman bolos kuliah dan ditaksir junior emang ngga akan terlupakan. Akhirnya tiba pada saat ketakutan yang teramat sangat: dunia kerja. Serem, bo.

Emi, Gue, dan Fumika: si trio edan yang beken sekampus. Beken karena edan, tapi pinter-pinter (?)
Jelas, kelulusan gue di Jepang ini merupakan salah satu gerakan mengharumkan nama Indonesia (woelahhhh). Selain bisa bikin bangga negara, pastinya bikin bangga ortu juga dong. Buktinya, kedua ortu gue langsung terbang dari Indonesia demi melihat anak pertamanya ini diwisuda.

Mamake Bapake di Kochi!

Bedanya sih, di Jepang kebanyakan ga pake toga. Soal baju, ya boleh pake baju apa aja. Pake jas juga boleh, Hakama, Kimono, Kebaya... asal jangan ngga pake baju. Ndak sopan. Acara biasanya dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan kampus. Kemudian sambutan dari kepala kampus dan beberapa tetinggi kampus, sampai pesan-kesan yang diwakili mahasiswa dari sebuah jurusan (sayangnya gue ngga maju sama sekali :( jadi cuma bagian yang duduk manis liatin panggung aja huhuhu). Kita juga ga disuruh maju dan diserahin ijazah satu-satu kayak di Indonesia. Cuma diabsen misal: "Jurusan Pergosipan, mahasiswa yang lulus: 30 orang." dan sebagainya. Ga disebut nama satu-satu. Mungkin pegel ya...
Intinya, setelah 4 tahun berpenampilan bluwek, akhirnya di acara wisuda inilah semua teman-teman bisa berdandan secantek mungkin, dibanjiri hadiah bunga dan segalanya dari junior-junior sebagai ungkapan selamat dan terima kasih.

Sebelah saya namanya Fuma. Bukan merk sepatu. Anak MIPA calon ilmuwan yang kelak mau jadi guru ajah di tempat tinggalnya. Dulu satu part time. Dapet bunga segede gaban dari temen-temennya. Bunga aku kalah :(

Terus, ada perbedaan lagi dalam suasana kelulusan di Jepang. Disini, kadang ngga semua orang tua hadir. Biasanya si anak ikut acara lulus, menghabiskan waktu sama teman-temannya, baru ngumpul sama orang tuanya di rumahnya. Nah, iya, ada after party-nya. Biasanya, after party ini dikelompokan per-jurusan dan di tempat-tempat berbeda.
Gue pun setelah puas poto-poto sama yang lain, pulang sebentar dan kembali re-touch, buat siap gonjreng lagi pas malem (btw iya gue sempet ganti baju soalnya berat banget Kebaya warna peraknya).

After party gue sih, paling cuma ngobrol-ngobrol sama para dekan/dosen-dosen yang selama ini udah support kita. Terakhir, satu-satu semuanya ngasih pesan dan terima kasih.

Para cewek-cewek beraksi!

Pastinya, malam itu merupakan malam terakhir kita bisa komplit banget dan bertatap-muka sekali lagi sebelum semuanya pindah rumah buat memasuki dunia kerja.
Pengen kuliah lagi rasanyaaaa..

Terima kasih atas 4 tahun yang menyenangkan :)